Musda DPD LIRA Kabupaten Pasuran di Trawas Asal-Asalan Bukan Pengurus LIRA Pakai Seragam LIRA
PASURUAN, Lintasdaerahnews. com ~ ||Semakin memprihatinkan musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Lumbung Informasi Rakyat (DPD LIRA) Kabupaten Pasuran yang digelar di Hotel Green Whiz, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu (12/10/2024) lalu,ditentang oleh Gus H.Hamzah Pujiono,S.Ag,.SE,.SM sebagai Bupati DPD LIRA Kabupaten Pasuruan yang legalitasnya masih berlaku sampai saat ini,beserta jajaran pengurusnya.Sebagaimana diketahui, dalam Musda tersebut,tiba-tiba memilih pemimpin baru yang tidak tau asalnya dari mana latar belakangnya kok tiba-tiba dipilih menjadi Bupati DPD LIRA.
“Saya sampaikan bahwa acara Musda DPD LIRA Kabupaten Pasuruan yang diselenggarakan DPW LIRA Jawa Timur (Jatim) menyalahi aturan dan AD/ART.Saya sebagai Bupati LIRA Pasuruan beserta pengurus menyayangkan kok organisasi diacak-acak seperti ini bahkan pengurus yang diundang hanya segelintir orang padahal pengurus LIRA Kabupaten Pasuruan berjumlah sekitar 45 orang,didalam acara Musda kok terlihat nama Hasyim Asy,ari padahal di susunan pengurus DPD LIRA Kabupaten Pasuruan tidak ada nama tersebut,apa itu tidak menyalahi tatib bahkan pengurus harian yang jelas-jelas ada di SK tidak diundang.Apalagi diajak membahas Musda,”kata Gus Ham, panggilan Hamzah Pujiono kepada media pada Rabu,17 Oktober 2024.
Gus Ham menilai,Gubernur LIRA Jatim telah membuat aturan sendiri.Dan lagi yang membuat janggal,Gus Ham menyebut penempatan lokasi Musda bukan di Kabupaten Pasuruan,melainkan di Kabupaten Mojokerto ada apa ini,”tegas Gus Ham.
Oleh karena itu,Gus Ham beserta sejumlah pengurus LIRA sudah menyiapkan mosi tidak percaya terhadap Zuhdy Ahmadi sebagai Gubernur DPW LIRA Jawa Timur.Gus Ham bahkan saat ini lebih intens berkoordinasi dengan Presiden DPP LIRA, Andi Syafrani, terkait dengan gerakan mosi tidak percaya terhadap Gubernur DPW LIRA Jatim.
“Kami meminta ketegasan dari Presiden DPP LIRA agar organisasi LIRA berjalan sesuai dengan AD/ART.Kamipun wajib meluruskan bahwa Musda yang telah diselenggarakan itu cacat hukum.Bagaimana diadakan Musda LIRA Kabupaten Pasuruan,bahkan informasi pun saya tidak di beritau kok tiba-tiba ada pergantian pimpinan.Padahal SK saya nomor 052/A/KPTS/DPP-LIRA/XII/2022, masih berlaku,” jelas Gus Ham.
Menanggapi itu,Presiden DPP LIRA Andy Syafrani berkata,harusnya kan panjenengan yg kawal kegiatannya disana bahkan menyarankan”Coba aja disampaikan dan didiskusikan dengan DPW di sana segera ya.Secara organisasi kami menolak dengan tegas karena sudah tidak sejalan dengan langkah kepemimpinan nya,saya ini paham organisasi gak sak karepe dewe ngono,kalau memang pengurus saya diundang semuanya saya ikhlas mundur dengan baik-baik,pimpinan itu amanah bukan aji mumpung yang seenaknya ia gunakan,”tegas Gus Ham berkali-kali.
(Red).
Posting Komentar