Dandim 0809/Kediri Bekali Wawasan Kebangsaan Kepada Santri Putra Putri Pondok Pesantren Ar-Risalah Salafiy Lirboyo
KEDIRI KOTA, LINTASDAERAHNEEW.COM - Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama S. Hub. Int., M.H memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada siswa - siswi SMP dan SMA Pondok Pesantren Ar-Risalah Salafiy Lirboyo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Kamis (27/2/2025).
Hadir dalam kegiatan itu Dandim 0809/Kediri Letkol inf. Ragil Jaka Utomo S.Hub,.Int.M.H, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiy Ar - Risalah Lirboyo Nyai. Hj. Umii. Aina'Ainaul Mardiyah Anwar, S.H.I, M. Pd.I, Danramil 0809/03 Mojoroto Lettu Czi Bibit, Daunit Intel Kodim 0809/Kediri Letda Inf. Herry Pitono, Gus. H. M. Sofaulhuda Sp. Si. (Pengasuh PP. Ar-Risalah Lirboyo), Bapak Saipulah (Kepala Sekolah SMA Ar -Risalah PP. Lirboyo), bapak Aris Misbahul munir (Kepala Sekolah SMP. Ar -Risalah PP. Lirboyo) dan Para Guru serta Siswa SMP SMA Pondok Pesantren Salafiy Terpadu Ar Risalah Lirboyo.
Dalam sambutannya Pengasuh Pondok Pesantren Salafiy Ar - Risalah Lirboyo Nyai. Hj. Umii. Aina'Ainaul Mardiyah Anwar, S.H.I, M. Pd.I menyampaikan,"a Bahwa Pendiri Pondok Pesantren Lirboyo adalah KH. Abdul Karim (1856-1954). Beliau juga dikenal dengan panggilan Mbah Manab dan Menikah dengan Siti Khodijah binti KH. Sholeh atau Nyai Dlomroh pada usia 40 tahun Hijrah ke desa Lirboyo bersama istrinya pada tahun 1910
KH. Abdul Karim mendirikan Pondok Pesantren Lirboyo setelah menetap di desa Lirboyo. Beliau Meninggal dunia pada tahun 1954 dan dimakamkan di belakang masjid Lirboyo
Lembaga Pendidikan SMP didirikan pada tahun 2000 M, dan Lembaga Pendidikan SMA didirikan pada tahun 2003. Ketiga lembaga pendidikan tersebut telah terakreditasi dengan Predikat A.
Sejalan dengan bertambahnya usia pesantren dan seiring dengan meningkatnya jumlah santri, pesantren ini senantiasa menambah gedung serta sarana dan prasarana dalam setiap tahunnya. Sejak tahun 2005, dilaksanakan pembangunan pondok pesantren salafiy II, yang berlokasi di sebelah utara pondok pesantren salafiy I.
Pondok pesantren ini berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama ini menjadi salah satu pusat studi Islam sejak puluhan tahun sebelum kemerdekaan Indonesia
Pesantren ini juga terlibat dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Pesantren ini sangat terkenal bagi komunitas pesantren bahkan bagi pengamat pesantren dalam dan luar negeri. Pesantren yang terkenal dengan Nahwu, shorof, dan Bahtsul Masā’il dalam fiqih ini telah mencetak pribadi-pribadi yang terbukti mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Pesantren yang semula hanya mengajarkan kitab kuning dan hanya diperuntukkan bagi santri laki-laki tersebut, ternyata juga diharapkan oleh masyarakat untuk juga membuka sekolah yang mengajarkan ilmu-ilmu umum untuk putra dan putri mereka.
Dalam rangka memenuhi harapan tersebut, K.H. M. Ma’roef Zainuddin beserta istrinya, Ibu Nyai Hj. Aina ‘Ainul Mardliyyah Anwar pada bulan Syawal 1426 H Syawal atau bulan Februari 1995 M mendirikan sebuah pesantren yang akhirnya diberi nama Pondok Pesantren Salafiy Terpadu Ar-Risalah.
Pesantren yang mempunyai motto “Membentuk Pribadi Luhur yang Mampu Bersaing Secara Global” ini bertujuan mencetak alumni yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga berakhlakul karimah yang mengorientasikan kehidupannya sebagai pengabdian kepada Allah SWT. Oleh karena itu, Pondok Pesantren ar-Risalah menfokuskan seluruh programnya untuk mengantarkan santri menjadi pribadi yang fasih membaca al-Qur’an, mampu memahami kitab kuning, berkarakter islami, cerdas, terampil, dan mampu berdaya pikir kritis, kreatif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan masyarakat, ilmu pengetahuan, dan teknologi, sehingga dapat mewarisi karakter rasul yang Siddīq, Amānah, Tablīgh, dan fathānah,"pungkasnya.
Sementara itu, Dandim 0809/Kediri Letkol inf. Ragil Jaka Utomo S.Hub,.Int.M.H dalam materi wawasan kebangsaan menyampaikan,"Bahwa adik adik sekalian merupakan sebagai generasi Penerus Negara Indonesia.
Santri berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, baik dalam pertempuran, diplomasi, maupun pergerakan politik.
Pertempuran santri terlibat dalam berbagai peperangan, seperti Perang Jawa, Perang Aceh, dan pertempuran Surabaya.
Pada pertempuran Surabaya, santri Santri berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, baik dalam pertempuran, diplomasi, maupun pergerakan politik.
Pada pertempuran Surabaya, santri bergabung dalam laskar Hizbullah dan Sabilillah.
Santri juga terlibat dalam perlawanan di Sumatera Barat, Barat Laut Jawa, dan Aceh.
Santri terlibat dalam diplomasi dan pergerakan politik banyak ulama dan santri yang tergabung dalam organisasi pergerakan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah Pergerakan Politik. Santri berperan dalam pembentukan dasar negara Indonesia.
Santri juga berperan dalam mengisi ruang diplomasi untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di panggung internasional bergabung dalam laskar Hizbullah dan Sabilillah.
Harapan kami adik adik sukses dalam meraih cita - citanya yang beriman, berdudi luhur dan berwawasan kebangsaan.
Saya titip di Pondok Ar-Risalah tidak ada tindakan kekerasan karena dalam Pondok sama sama jauh dari keluarga maka tanamkan senasib sepenanggungan,"tutup Dandim.(Hariono)
Posting Komentar